Syarat Akademik Sertifikasi Dosen

15 05 2013

Syarat Akademik

Persyaratan akademik Sertifikasi Dosen 2013 sebagai berikut :

Program Studi Doktor

  1. Memiliki ijazah S2 atau setara sesuai dengan kompetensi bidang ilmunya. Ijazah S2 diutamakan yang linear dengan program studi yang dituju, kecuali untuk program S3 Kedokteran konsentrasi Ergonomi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kajian Budaya dan Pariwisata.
  2. IPK pada pendidikan sebelumnya minimal 3,0. Jika IPK kurang dari 3,0 maka yang bersangkutan harus mendapat rekomendasi dari bekas pembimbing atau pakar di bidangnya bahwa yang bersangkutan mampu mengikuti pendidikan doktor.
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 500 atau IELTS 5.5. Jika nilai ini tidak dicapai pada awal pendaftaran, calon dapat diterima sebagai mahasiswa jika lulus testing masuk, namun harus dilakukan tes ulang sehingga mencapai nilai yang dipersyaratkan sebelum ujian komprehensip dilaksanakan.
  4. Lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh panitia Unud dengan nilai minimal 500.
  5. Mengusulkan topik penelitian yang berada dalam lingkup ilmu yang akan dikembangkan, disusun dalam bentuk kerangka usulan penelitian.
  6. Menunjukkan karya ilmiah yang telah dipublikasi (bagi yang telah memiliki) pada majalah ilmiah yang memiliki ISSN bertaraf nasional atau internasional.
  7. Melampirkan laporan penelitian 5 (lima) tahun terakhir di bidang ilmu yang berkaitan dengan ilmu yang ditekuni (bagi calon mahasiswa yang telah memiliki), diutamakan yang telah diterbitkan pada majalah ilmiah dengan ISSN atau disajikan dalam seminar atau pertemuan ilmiah lain tingkat nasional atau internasional.
  8. Lulus ujian seleksi penyelenggara seleksi

Program Studi Magister

  1. Memiliki ijazah S1 atau setara sesuai dengan kompetensi bidang ilmunya. Ijazah S1 diutamakan yang linear dengan program studi yang dituju, kecuali untuk program Ergonomi, Kajian Budaya, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Pariwisata.
  2. IPK pada pendidikan sebelumnya minimal 2.75 Jika IPK kurang dari 2.75 maka yang bersangkutan harus mendapat rekomendasi dari bekas pembimbing atau Dosen di bidangnya bahwa yang bersangkutan mampu mengikuti pendidikan magister. Bagi yang memiliki ijazah D4 sesuai dengan kompetensi bidang ilmu yang dipilih dengan IPK ≥ 3.00, dan setelah diterima wajib mengikuti matrikulasi dengan bobot 12 SKS.
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 400 atau IELTS 4.0. Jika nilai ini tidak dicapai pada awal pendaftaran, calon dapat diterima sebagai mahasiswa jika lulus testing masuk, namun harus dilakukan tes ulang sehingga mencapai nilai 400 sebelum ujian komprehensip/proposal dilaksanakan.
  4. Lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh panitia dengan nilai minimal 400.
  5. Mengusulkan topik penelitian yang berada dalam lingkup ilmu yang akan dikembangkannya yang disusun dalam bentuk kerangka usulan penelitian (proposal).
  6. Lulus seleksi ujian masuk penyelenggara seleksi

Program Studi Dokter Spesialis Combined Degree

  1. Calon mahasiswa harus memiliki ijazah dokter umum.
  2. IPK pada pendidikan sebelumnya minimal 2.75. Jika IPK kurang dari 2.75 maka yang bersangkutan harus mendapat rekomendasi dari bekas pembimbing atau Dosen di bidangnya bahwa yang bersangkutan mampu mengikuti pendidikan magister
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan bukti nilai TOEFL 400 atau nilai IELTS 4.0. Jika nilai ini tidak dicapai pada awal pendaftaran, calon dapat diterima sebagai mahasiswa jika lulus testing masuk, namun harus dilakukan tes ulang sehingga mencapai nilai yang dipersyaratkan sebelum ujian komprehensip dilaksanakan.
  4. Lulus Tes Potensi Akadenik (TPA) yang diselenggarakan oleh panitia Unud dengan nilai minimal 400.
  5. Mengusulkan topik penelitian yang berada dalam lingkup ilmu yang akan dikembangkan, disusun dalam bentuk kerangka usulan penelitian (proposal).
  6. Lulus ujian seleksi masuk penyelenggara seleksi

Profesi Akuntansi

  1. Memiliki ijazah S1 Program Studi Akuntansi dari program studi yang terakreditasi minimal C
  2. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 400 atau IELTS 4.0. Jika nilai ini tidak dicapai pada awal pendaftaran, calon dapat diterima sebagai mahasiswa jika lulus testing masuk, namun harus dilakukan tes ulang sehingga mencapai nilai 400 sebelum menyelesaikan studi. Jika nilai ini tidak dicapai pada awal pendaftaran, calon dapat diterima sebagai mahasiswa jika lulus testing masuk namun harus dilakukan tes ulang sehingga mencapai nilai 400 sebelum menyelesaikan studi
  3. Lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh panitia dengan nilai minimal 400.
  4. Lulus seleksi masuk yang diselenggarakan oleh Institut Akuntan Indonesia Komite Evaluasi dan Rekomendasi Pendidikan Profesi Akuntan (IAI-KERPPA).
  5. Lulus seleksi masuk penyelenggara seleksi

Profesi Apoteker

  1. Memiliki ijazah S1 farmasi dari program studi farmasi yang terakreditasi minimal C.
  2. IPK pada pendidikan sebelumnya minimal 2,5 dengan lama studi kurang dari 14 semester
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 400 atau IELTS 4.0 dan nilai TPA (Tes Potensi Akademik) minimal 400.
  4. Lulus seleksi masuk penyelenggara seleksi

Profesi Dokter Hewan

  1. Memiliki ijazah S1 Kedokteran Hewan.
  2. IPK pada pendidikan sebelumnya minimal 2,75
  3. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan nilai TOEFL 400 atau IELTS 4.0 dan nilai TPA (Tes Potensi Akademik) minimal 400.
  4. Lulus seleksi masuk penyelenggara seleksi




PERSYARATAN SERTIFIKASI DOSEN 2013

15 05 2013

Pemerintah melalui Ditjen DIKTI telah mengeluarkan kebijakan yang diperkirakan bikin “panas-dingin” para dosen di Indonesia, terutama yang akan mengikuti sertifikasi dosen. Kebijakan baru tersebut tertuang dalam Surat Edaran tanggal 26 Desember 2012 yang ditandatangani oleh Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Dikti, Kemendikbud.

Mulai tahun 2013, pemerintah menambahkan syarat untuk portofolio dosen, setidaknya perlu upaya khusus atau ekstra kerja keras. Tiga syarat tambahan itu adalah (1) Dokumen/sertifikat kemampuan berbahasa Inggris, (2) Dokumen/sertifikat hasil tes potensi akademik (TPA), dan (3) Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah/nasional/international.

Ketiga syarat tambahan itu jelas lebih berat dibandingkan portofolio dosen untuk sertifikasi sebelumnya. Berdasarkan pasal 4 Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 2009, sertifikasi pendidik untuk dosen dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi ini dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan penilaian pengalaman akademik dan profesional dengan menggunakan portofolio dosen.

Portofolio menurut PP RI No. 37/2009 adalah kumpulan dokumen yang terdiri dari (1) kualifikasi akademik dan unjuk kerja tridharma perguruan tinggi; (2) persepsi dari atasan, sejawat, mahasiswa dan diri sendiri tentang kepemilikan kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian; dan (3) pernyataan diri tentang kontribusi dosen yang bersangkutan dalam pelaksanaan dan pengembangan tridharma perguruan tinggi.

Kini dengan kebijakan baru tersebut, portofolio dosen untuk sertifikasi dosen wajib dilengkapi dengan tiga syarat tersebut untuk sertifikasi dosen mulai tahun 2013. Ada beberapa implikasi dari kebijakan baru tersebut, terutama bagi dosen yang berkeinginan memperoleh sertifikasi dosen.

Pertama, kebijakan tersebut jelas akan mempersulit dosen memperoleh sertifikasi dosen. Ketiga syarat tambahan tersebut bisa menjadi indikator mutu yang lebih terukur dibandingkan portofolio dosen sebelumnya yang lebih bersifat subyektif, khususnya pada penilaian deskripsi diri.

Kedua, syarat yang makin ketat tersebut akan mendorong dosen meningkatkan produktifitas penelitian dan publikasi ilmiah, setidaknya bagi dosen yang tetap berharap mendapat tunjangan dari pemerintah sebagai bentuk apresiasi terhadap dosen yang lulus sertifikasi dosen. Sebenanrnya, kewajiban dosen idealnaya memang seperti itu, yang sudah termaktub dalam kewajiban tri dharma perguruan tinggi. Jika syarat tersebut dianggap terlalu berat, calon peserta sertifikasi dosen pada tahun 2013 diperkirakan menurun.

Ketiga, kriteria penilaian portofolio menjadi lebih terukur dan faktual. Saya berpendapat di tingkat lapangan memang banyak teman-teman yang mempertanyakan ketidaklulusannya pada periode sertifikasi dosen sebelumnya. Dosen yang dinyatakan tidak lulus merasa tidak mengetahui secara persis letak kekurangan portofolionya, setidaknya cuma bisa menduga-duga dari syarat dan kriteria kelulusan sertifikasi dosen yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini bisa dimengerti karena sebagian indikator atau parameter peniliaian portofolio sebelumnya bersifat kualitatif atau berpotensi subyektif, terutama penilaian persepsional dan deskripsi diri. Kini dengan syarat tambahan tersebut, alasan penolakan atau ketidaklulusan menjadi lebih jelas atau lebih terukur.

Keempat, kebijakan ini senada dengan kebijakan sebelumnya, yaitu kewajiban unggah karya ilmiah bagi dosen, kewajiban publikasi ilmiah bagi lulusan perguruan tinggi, atau persyaratan kenaikan kepangkatan yang juga makin ketat. Semua kebijakan tersebut bisa meningkatkan publikasi karya ilmiah dosen yang memang tergolong masih rendah dibandingkan dengan negara lain, seperti yang secara rutin dirilis oleh Scimagojr.com atau lembaga pemeringkatan World Class University yang memasukkan indikator publikasi international dalam metodologi pemeringkatannya.

Mudah-mudahan kebijakan tersebut tidak menyurutkan niat para dosen untuk mengikuti sertifikasi dosen. Andaikan tidak memenuhi syarat tersebut atau tidak tertarik mengikuti sertifikasi dosen, semoga dosen-dosen masih tetap menjalankan amanahnya meskipun tidak ikut menikmati tunjangan dari pemerintah setelah dinyatakan lulus sertifikasi dosen.

(sumber : kompasiana.com)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.324 pengikut lainnya.